BRMP Yogyakarta Hadir Pada Sarasehan Pertanian MK 2026 Kabupaten Gunungkidul
GUNUNGKIDUL-(11/03/2026) Sarasehan Pertanian dilaksanakan untuk mengantisipasi datangnya musim kemarau tahun 2026 bertempat di Bangsal Sewoko Projo, Gunungkidul. Hadir pada kesempatan ini Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntaraningsih, SE., M.P., Kepala BBRMP DIY Dr. Soeharsono, S.Pt. M.Si., Kepala BMKG DIY, Kepala Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan DIY, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Manajer Jateng 3 dan DIY PT Pupuk Indonesia, Koordinator BPP se Gunungkidul, Ketua Gapoktan Se Gunungkidul, Pimpinan PUD Pupuk Subsidi, Pimpinan PPTS Pupuk bersubsidi Gunungkidul.
Sarasehan pertanian ini berfungsi untuk menyamakan persepsi, menampung gagasan dan merumuskan hasil langkah kongkrit sebagai antisipasi MK 2026 sehingga produktivitas dan ketahanan pangan meningkat.
Bupati Gunungkidul menyampaikan bahwa Data BPS menunjukkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Gunungkidul menempati No 2 setelah Sleman dan Tingkat kemiskinan menurun peringkat 4 dari 5 kabupaten. Sektor pertanian menjadi salah satu faktor penentu pertumbuhan ekonomi dan penurunan kemiskinan di Kabupaten Gunungkidul. Selain itu beliau menegaskan Perlunya petani peternak agar Waspada penyakit PMK, LSD, Antrak pada ternak, agar selalu menjaga kebersihan dan sanitasi kandang.
Kepala BRMP DIY menuturkan bahwa Dalam menghadapi MK 2026 diperlukan Ketepatan Pola Tanam, perhitungan Ketersediaan air, Teknologi pertanian, Iklim, Varietas Unggul, Pupuk, Pengendalian OPT dan Pasca Panen yang tepat menjadi hal penting mendukung keberhasilan usaha pertanian. Agar Gapoktan poktan segera mengajukan bantuan baik benih alsintan dan sarpras lain melalui penyuluh dengan memastikan masuk dalam ebanper sehingga dapat segera direalisasikan mendukung swasembada pangan.
Prakiraan BMKG, Awal musim kemarau (MK 2026) Kabupaten Gunungkidul dimulai April Dasarian III sampai Mei Dasarian l. Sifat hujan MK adalah Bawah Normal. Puncak MK bulan Agustus 2026. Durasi MK 2026 sekitar 19-21 Dasarian atau 6,5 - 7 bulan kering. Prakiraan Akhir musim kemarau pada November Dasarian I.
Sampai Juni 2026 kondisi iklim netral, setelah Juni 2026 wilayah Gunungkidul masuk MK dan pada Agustus 2026 (puncak MK) terdapat indikasi elnino lemah-kuat
jika terjadi elnino kuat menyebabkan kondisi kering yang lebih daripada biasanya. Diharapkan dengan mengetahui prakiraan iklim petani dapat menentukan pola tanam yang tepat dengan memperhitungkan ketersediaan air sehingga mampu menjaga stabilitas pangan.
PT. Pupuk Indonesia menyatakan Ketersediaan Stok pupuk aman karena tidak mengenal musim dan penyaluran pupuk bersubsidi 2026 masih dalam kondisi baik. Selama MT 1 2025/2026 Serapan pupuk bersubsidi kabupaten Gunungkidul naik 91% dibanding tahun 2024/2025. Subsidi mampu mendorong petani untuk mengambil pupuk sesuai kuota di RDKK.
Diharapkan petani masih semangat menanam padi karena HET pupuk subsidi turun 20% sedangkan Harga gabah masih tetap Rp. 6.500/kg gabah kering panen (ESH).